Bahaya Pacaran (Khalwat)
Ada satu hal lagi yang sangat membahayakan generasi muda, yaitu suatu perbuatan yang akan mendorong generasi muda untuk berlaku melanggar ketentuan, yaitu khalwat (pacaran) antara muda-mudi yang jauh dari kontrol orang
tua. Kenyataan ini sangat dikhawatirkan lantaran dapat mendatangkan
suatu perbuatan yang tidak diinginkan. Memang khalwat ini dimulai dari
bincang-bincang, yang meningkat sampai berpelukan. Dan apabila telah
sampai kepada fase ini, maka nafsu birahi akan menggelora dan membakar
jiwa yang sangat sulit
dipadamkan. Padahal perbuatan seperti ini tidak layak dilakukan sebelum
memasuki jenjang pernikahan, sebab berciuman dan berpelukan merupakan
penghangat dan pintu gerbang persetubuhan. Apabila hubungan biologis ini
tidak sampai persetubuhan, atau hanya sampai kepada berpelukan dan
ciuman, maka kedua belah pihak akan mengalami tekanan jiwa. Segi yang
lebih membahayakan dari perbuatan seperti ini akan mengembang lebih jauh
dan mengakibatkan mereka tersesat lebih jauh pula. Dan andaikata
perbuatan seperti itu sudah terlalu sering dilakukan, maka sangatlah sulit dihalang-halangi.
Dan yang lebih membahayakan lagi ialah apabila pertemuan ini dibarengi
dengan hidangan minuman keras. Sebab, minuman keras akan mampu
menghilangkan kesadaran seseorang, di samping akan menambah gairah
sexual. Apabila mereka sudah mulai mereguknya – seteguk demi seteguk –
maka mereka telah mulai tergelincir ke dalam perbuatan yang akan
disesali setelah sadar.
Mengingat bahya-bahaya khalwat ini, maka Rasulullah saw. bersabda :
لايحلونّ رجل بامرأة الاّومعها ذومحرم ولاتسافر المرأة الاّ مع ذى محرم. (رواه السلم)
“Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya (Hadits riwayat Muslim)”.
لا يخلونّ رجل بامراة الاّكان ثالثهما الشّيطا ن
“Tidak sekali-kali seorang wanita dan lelaki menyendiri, kecuali yang ketiganya adalah setan (Hadits riwayat Turmudzi)”.
Dan masih ada satu hal lagi yang pada dasarnya kaum wanita sering menganggap remeh, yaitu tidak hati-hatinya kaum wanita menemui kerabat suami atau kerabatnya sendiri ketika suami tidak ada di rumah.
Mereka bersikap menganggap remeh lantaran yang ditemui adalah famili.
Padahal keadaan tersebut sangatlah membahayakan. Masih lebih baik
andaikata yang dihadapinya adalah orang lain, yang kemungkinan berbuat sembrono sangat sedikit. Tetapi
apabila yang dihadapinya itu adalh kerabat atau famili-baik dari suami
atau kerabatnya sendiri-tentunya akan bisa bertindak lebih leluasa di
dalam ruangan persaudaraan. Dan kesempatan khalwat sering kali terjadi, yang hal ini merupakan jebakan setan menuju kesesatan.
Islam memerintahkan agar kaum wanita bertindak hati-hati dan tidak
berlaku sembrono, sekalipun terhadap famili. Oleh karena itu Rasulullah
saw. mewasiatkan perihal kerabat ini kepada kaum wanita agar berlaku hati-hati :
ايّاكم والدّخول على النّساء، فقال رجل من الانصار افرايت الحمو قال: الحمو الموت. (رواه البخاري)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar